Twitter
RSS

Kuli Cinta

bukan ingin bercerita tentang Kuil Cinta atau Kuli Tinta..

ini hanya ungkapan hati. tidak ada tempat untuk curhat. tidak ada tempat untuk menangis. tidak ada tempat untuk merebahkan kepala walau hanya sesaat.

bercerita pada ibunda? hanya akan membuat dia sedih
bercerita pada ayahanda? aku punya wibawa sebagai anak lelaki
bercerita pada kakanda? malu jika mereka tahu pahlawan mereka lemah
bercerita pada adinda? gengsi dikarenakan fakta aku sebagai tempat curhat mereka.
bercerita pada angin? angin tak bisa mendengar
bercerita pada bintang? langit mendung, tak ada bintang
bercerita pada siapa coba?
bercerita pada Rabb? aku hamba yang hina penuh dosa, tak pantas rasanya
teman? aku bahkan tidak tahu definisi teman?
ustadz? gak berani, karena sering mangkir ta`lim

akhirnya aku bercerita disini, cerita tanpa cerita

kuberikan 90% cintaku
kulakukan yang terbaik
kurubah penampilanku supaya menarik, rapi, supaya dia bangga punya aku
kuikuti syarat tidak merokok
kusms sehari minimal 3 kali
kutelepon seminggu minimal 3 kali, setiap sesi sampai 2 jam
kuajak makan sebulan 2 kali
kubawa jalan sebulan 2 kali
kubantu tugas kuliahnya
kusayangi keluarganya seperti menyayangi keluargaku

apa yang kudapat?
air susu dibalas dengan air tuba

tapi kumasih sayang padanya
kumasih rindukannya
seperti dia tak merasa bersalah
entah aku yang salah
diberikannya aku harapan
dihancurkannya cintaku

kuharap tak pernah bertemu lagi, ingin kulupakan, ingin kucari penggantinya
kuharap Tuhan panjangkan umurnya
biarlah rasa sakit ini kupendam..

entah kapan, sampai kapan..

aku bukan lagi PAHLAWAN.. aku mantan Kuli Cinta yang lebih hina dari Kuli Bangunan..

Hati, 29/08/2008, 20:06

Comments (1)

hebat sekali..